Sabtu, 14 Januari 2012


Oleh Karena Nama Yesus

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 
Mazmur 23;1 - 6

Sebagai pengikut Kristus Mazmur 23 adalah firman Allah yang sangat menguatkan karena mengandung jaminan bagi pengikut Kristus, untuk slalu dalam lindunganNya. Gadah dan tongkat Allah menjadi penghiburan dikala orang percaya berada dalam kekelaman atau permasalah hidup. Daud menggambarkan bagaimana Allah menjagai orang percaya seperti gembala menjagai domba-domba peliharaannya. Daud mengalami bagaimana ia menjagai domba-domba peliharaannya dari serangan serigala dan singa(baca: 1 Samuel 17:34-37), begitu juga ia merasakan Allah melindungi dia dari ancaman raja Saul. Meskipun Daud hidup sebagai buronan raja, ia tidak pernah kekurangan, Daud  selalu dalam penyertaan Tuhan. Anda dapat bayangkan bagaiamana sulitnya hidup seseorang yang dimusuhi raja. Hidup yang tidak aman, tidak leluasa, sangat sulit. Namun Daud dapat menjadi pengganti raja. Daud menjadi raja.
Daud menyatakan “takkan kekurangan aku” hal itu menunjukan bahwa Daud tidak pernah berkekuranagan dalam kehidupannya. Daud memberi gambaran seperti domba yang berada dipadang yang berumput hijau, domba yang selalu mendapat makanan, domba yang tidak pernah kelaparan. Dan selalu dibimbing ke air yang tenang, air yang mudah untuk diminum, bahkan keselamatan pun dijaminnya “Ia menyegarkan jiwaku”. Ada sukacita selalu.
Hal perlindungan dan pemeliharan yang dinikmati Daud hanya oleh karena  Daud berjalan dalam jalan Tuhan. Mazmur 23 menjelaskan “Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya”. Daud selalu berjalan dalam jalan Tuhan, jalan yang benar. Jalan yang tidak menyimpang kekanan dan kekiri(Yosua 1:8). Daud selalu mematuhi perintah Tuhan. Ketika Daud mempunyai kesempatan membunuh Saul, Daud tidak melakukannya( Baca: 1 Samuel 24:4-7). Daud tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, Daud membalaskan dengan kebaikan( Baca :Roma 12:17). Hidup dalam kebenaran yang dijalankan Daud hanya oleh karena nama-NYA, Nama Yesus, Nama Allah (Baca: Yohanes 17:12, ayat ini menjelaskan bahwa nama Allah adalah Yesus). Daud melakukan kebenaran bukan karena untuk kepentingan dirinya tapi untuk kemuliaan Tuhan Yesus. Daud ketika melawan Goliat, daud berkata aku mendatangi engkau demi nama Tuhan. Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu( 1 Samuel 17:45)
Mempermulikan Tuhan Yesus, berarti menjaga nama baik Allah. Menjaga nama baik Allah bukan berarti Allah harus dibela. Gus Dur berkata:”Allah koq di bela!”. Memang Allah tidak perlu dibela, karena Allah perkasa. Allah yang Suci tidak mau tercemar. Allah itu kudus. Firman Allah mengajarkan agar kita hidup kudus,” tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu”(1 Petrus 1:15). Hal ini mengisyaratkan bahwa kita dapat mencemarkan nama Allah, ketika hidup kita tidak berpadanan dengan Allah yang kudus, ketika hidup kita tidak menunjukan kwalitas pengikut Kritus. Ketika pengikut Kristus hidup tidak benar, yang dihujat pertama kali adalah nama Allah. “koq orang Kristen begitu!” tidak disebut nama kita tapi nama Kristus(Kristen).

Oleh karena Nama Yesus, kita dalam pemeliharaan-Nya, dalam penyertaan-Nya. Dalam berkat-Nya. Lakukan semuanya DEMI Nama Tuhan Yesus Kristus. Ketika saya hidup dalam kesusahan, hidup dalam tekanan ekonomi, orang tua yang terlibat hutang berbunga, saya melakukan tanggungjawab untuk membayarnya karena demi nama Tuhan Yesus. Saya menyadari saya pengikut Kristus, saya menyadari Yesus adalah Gembala Yang Baik, saya meyakini Yesus mencukupi saya, Yesus memberkati saya, oleh karena itu saya berani membayarnya meskipun dihitung secara matematika tidaklah mungkin tetapi saya melakukannya karena saya Yakin Allah beserta saya. Saya tidak ingin mencemarkan nama Yesus. Bukan untuk menunjukan kuat gagah saya,karena saat menjalaninya atau melakukannya saya pun merasakan sangat berat, tapi oleh karena nama Yesus saya mampu melakukannya. Oleh karena nama Yesus, saya merasakan penyertaan-NYA. Memperoleh berkat-Nya.

Oleh Karena Nama Yesus, kita akan merasakan apa yang dirasakan Daud. Yesus adalah Gembala Yang Baik. Amin

By : Pdm Khoe Ridwan kurniawan S,Th.
    

Sabtu, 07 Januari 2012


KEBERSAMAAN

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Ibrani 10:25

Kebersamaan bukan berarti harus sama, meskipun akar katanya sama. Kebersamaan adalah aktifitas untuk tujuan yang sama, kebersamaan berarti menyatukan berbagai perbedaan untuk tujuan yang sama. Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam kebersamaan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ? Sudah seharusnya ! karena firman Allah mengajarkan agar kita hidup dalam kebersamaan Ibrani 10:25. Dalam kebersamaan ada kekuatan”. Pengkhotbah 4:12 “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan”.
Bersama bukan berarti sama. Kata sama menunjukan suatu keserupaan namun kata bersama bukanlah menyatukan keserupaan melainkan menggabungkan  berbagai perbedaan yang ada untuk mencapai sesuatu yang diharapkan. Perbedaan yang ada adalah alat bantu pencapaian, karena untuk mencapai sebuah harapan dibutuhkan banyak perangkat atau alat. Suatu harapan , impian atau cita-cita ibarat suatu benda yang terletak diatas. Seorang tokoh berkata:”gantunglah citi-citamu setinggi langit”. Harapan itu terletak diatas. Kita butuh suatu perangkat pencapaian! Perangkatnya adalah saudara-saudara dan saya. Sebagai apakah saya dan saudara untuk pencapaian itu? Fungsi kita sudah ditatapkan Allah dengan pemberiannya pada kita. Yang kita sebut bakat atau talenta. Talenta kita tidaklah sama, ada yang 1 ada yang 2, mungkin 5. Mari kita menggunakan talenta kita masing-masing untuk pencapaian bersama. Mencapai janji-janji Allah.
Permasalahannya  saat sekarang , mengingat banyaknya persoalan-persoalan sosial yang semakin membebani hidup seseorang. Orang banyak bersikap individualistis. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Frankl, bahwa sebagian besar masyarakat sekarang mengidap neurosis kolektif (penyakit kebersamaan). Ciri-ciri penyakit ini:
1.     Orang bersikap masa bodoh terhadap hidup, yaitu suatu sikap yang menunjukkan pesimisme dalam menghadapi masa depan hidupnya.
2.     Orang bersikap fatalistik terhadap hidup, menganggap bahwa masa depan sebagai sesuatu yang mustahil dan membuat rencana bagi masa depan adalah kesia-siaan.
3.     Orang bersikap Fanatisme, yaitu mengingkari kelebihan yang dimiliki oleh kelompok atau orang lain.
Dengan ciri-ciri tersebut manusia berjalan menuju penyalahartian dan penyalahtafsiran tentang dirinya sendiri sebagai sesuatu yang "tidak lain" (nothing but) dari refleks-refleks atau kumpulan dorongan (biologisme), dari mekanisme-mekanisme psikis (psikologisme) dan produk lingkungan ekonomis (sosiologisme). Dengan ketiga konteks tersebut maka manusia "tidak lain" dalah mesin. Kondisi tersebut merupakan penderitaan spiritual bagi manusia.
Sebagai pengikut Kristus, kita diajarkan untuk hidup dalam kebersamaan. Kebersamaan itu bukan kebersamaan yang semu yang hanya ingin memiliki kelompok, hanya ingin sekedar penggunaan “nama kelompok ” saja. Saya orang Kristen tapi tidak pernah bergereja, saya bergereja  tidak pernah aktif dalam aktiftitas gereja. Seharusnya kita melebur di dalamnya, seharusnya kita bekerja bersama untuk mencapai impian kelompok atau gereja kita. Memang dalam kebersamaan banyak benturan, banyak selisih paham, banyak hal-hal yang tidak menyenangkan, namun semua itu sesungguhnya  adalah keindahan dalam kebersamaan. Untuk kita dapat hidup dalam kebersamaan, kita harus memiliki nilai-nilai
1.     Menghargai Orang Lain.
Kita tidak dapat hidup saling menasihati jika tidak saling menghargai, nasihat orang lain akan menjadi tusukan, nasihat orang lain akan menjadi hinaan bagi kita. Nilai menghargai orang lain harus kita tanamkan dalam diri kita. Kita harus berani mengesampingkan kepentingan diri sendiri. Firman Allah mengajarkan:” Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja! I Petrus  2:17. Hormati semua orang, kita harus menghormati tanpa kecuali. Sikap menghargai adalah tindakan untuk kita dapat menjauhi fanatisme, sikap yang tidak mau mengakui kelebihan orang lain/kelompok lain. Orang Kristen pun dapat terjebak dengan fanatisme, sehingga tidak dapat hidup dalam kebersamaan dalam bangsa yang majemuk ini. Keyakinan akan Kristus adalah Jalan Kebenaran dan Hidup. Satu-satunya jalan keselamat bukanlah sikap fanatisme, sikap fanatisme ketika kita tidak mau menerima orang yang tidak percaya kepada Kristus. Tidak mau mengakui ada nilai lebih dari orang yang tidak percaya Kristus, yang mana seharusnya kita orang percaya mempunyai nilai lebih. Marilah kita hidup saling menghargai. Roma 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.
Kebersamaan seharusnya terlebih dahulu kita wujudkan kepada yang tak terlihat, yakni kepada Tuhan Allah Kita, kita harus menghargai Tuhan kita yang mau membina hubungan dengan kita, yang telah menghilhami kebenaran Firman Tuhan kepada para nabi dan rasul, yang telah diungkapkan secara terulis dalam Alkitab. Sejauh mana kita menghargai Allah kita? Sudahkah kita membangun kebersamaan itu dengan Tuhan kita. Mau menerima nasihatNYA setiap hari? Karena hanya Dialah Nasihat Ajaib(Yesaya5:9), Mau menghargai pemberian waktu yang ada pada kita? Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan_pertemuan ibadah kita(Ibrani 10:25). Ibadah pribadi, pertemuan dengan Tuhan secara pribadi jangan kita tinggalkan. Baca Firman setiap hari. Renungkan Firman Tuhan setiap waktu. Dengan demikian kita ada dalam kebersamaan dengan Tuhan setiap hari. Untuk kita dapat hidup dalam kebersamaan dengan orang lain, yakni saling memberi nasihat. Kalau kita tidak mendapatkan Nasihat dari Penasihat Ajaib, jangan-jangan kita akan menyesatkan, kita tidak dapat hidup dalam kebersamaan yang nyata, yang saling menasihati(Ibrani 10:25).

2.     Konfirmasi Bukan Asumsi
Hilangnya kebersamaan sering kali disebabkan asumsi pribadi, kita seringkali berpikir yang tidak sebenarnya. Kita berpikir orang kaya, orang berpendidikan, orang berkedudukan tidak mau bergaul dengan orang miskin, orang tidak berpendidikan dan orang yang tidak memiliki posisi(pangkat) sehingga kita membuat jarak untuk bersama. Asumsi-asumsi dalam diri kita sering kali mendahului sebuah kenyataan. Asumsi sering membuat kekeliruan antara kita dan orang lain. Kata Antonio D. Martin. ASSUME adalah ASS antara U dan ME. Kekeliruan antara kamu dan saya. Oleh karena itu lebih baik segala sesuatu kita konfirmasi, jangan berasumi. Konfirmasi adalah penegasan kepada atau dari seseorang. Kita harus memperoleh penegasan, untuk kita tetap dalam kebersamaan. Orang-orang Israel tidak dapat menerima Yesus Kristus karena asumsinya, murid-murid Yesus tidak dalam kebersamaan saat Yesus menjalani penderitaan hingga kayu salib, karena mereka berasumi Allah harus perkasa, mereka berasumi Yesus raja orang Yahudi secara lahiriah. Mereka tidak pernah menerima konfirmasi Kristus Yesus.
Ada sebuah kisah
Anto adalah salah satu pegawai yang cukup sibuk yang bekerja untuk salah satu perusahaan swasta terkemuka, sehingga seringkali ia pulang kerja hingga larut malam. Suatu ketika Anto pulang kerja, ternyata Budi (anaknya) yang masih kelas 2 SD membukakan pintu untuknya, dan sepertinya Budi memang sengaja menunggu ayahnya tiba di rumah. “Kok kamu belum tidur?”, sapa Anto setelah mencium keningnya. Budi menjawab,“Aku memang sengaja menunggu ayah pulang karena aku ingin bertanya, berapa sih gaji ayah?”. “Lho, kok kamu nanya gaji ayah sih?”, “Nggak, Budi cuma mau tahu aja ayah..”, timpal Budi. Ayahnya pun menjawab, “Kamu hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja 10 jam dan dibayar Rp.400.000, dan tiap bulan rata-rata ayah bekerja 25 hari. Hayoo.. jadi berapa gaji ayah dalam 1 bulan?”. Budi langsung bergegas mengambil pensilnya, sementara ayahnya melepas sepatu. Ketika Anto beranjak menuju kamar, Budi berlari mengikutinya.
Kemudian Budi menjawabnya, “Kalo 1 hari ayah dibayar Rp.400.000 untuk 10 jam, berarti 1 jam ayah digaji Rp.40.000 donk?”. “Pinter anak ayah sekarang ya.., sekarang kamu cuci kaki dan tidur ya”, jawab ayahnya. Tetapi, Budi tidak juga beranjak. Sambil memperhatikan ayahnya ganti pakaian, Budi kembali bertanya, “Ayah, boleh pinjam uang 5rb nggak?”. “Sudah, buat apa uang malam-malam begini?! Ayah capek, mau mandi dulu, sekarang kamu tidur!”, jawab ayahnya. Dengan wajah melas Budi menjawab, “Tapi ayah..”, ayahnya pun langsung menghardiknya, “Ayah bilang tidur!!”. Anak kecil itupun langsung berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Anto menyesali perbuatannya yang telah menghardik anaknya tersebut. Ia pun melihat kondisi anaknya tersebut. Dan ternyata, anak kesayangannya itu belum tidur. Ternyata Budi dilihatnya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000 di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala anaknya itu, Anto berkata, “Maafkan ayah ya nak. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kita beli ya. Jangankan minta 5rb, lebih dari itupun ayah kasih”. Budipun menjawab, “Ayah, aku nggak minta uang. Aku cuma mau minjem. Nanti aku kembalikan lagi setelah aku nabung minggu ini”. “Iya iya, tapi buat apa?”, tanya Budi dengan lembut. “Aku nunggu ayah dari jam 8 tadi, aku mau ngajak ayah main ular tangga. Cuma tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang, kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ternyata cuma ada Rp.15.000. tapi, karena ayah bilang ayah tiap 1 jam ayah digaji Rp.40.000, jadi setengah jamnya ayah digaji Rp.20.000. Uang tabunganku kurang 5rb, jadi makanya aku mau pinjam uang ayah 5rb”, jawab Budi dengan polos.
Si anak tidak dapat kebersamaan dengan orang tuannya karena asumsinya: ia berpikir harus membayar waktu orang tuanya. Seandainya ia mengkonfirmasikan, apakah aku harus membayar ayah untuk bermain-main dengan aku? Saya yakin ayahnya berkata: aku tidak perlu dibayar. Kisah ini juga mengajarkan betapa kebersamaan sangat dibutuhkan orang banyak, betapas pentingnya sebuah kebersamaan.
Banyak diantara kita berasumsi negative akan orang lain, sehingga kita tidak dapat dalam kebersamaan, kita berpikir orang itu angkuh, sombong dan hanya mau bergaul dengan orang kaya, dan sebagainya. Mulai saat ini  kita belajar mengkonfirmasi, dengan melangkah, mencari tahu yang sebenarnya bukan menerka-nerka semata. Agar kita dapat hidup dalam kebersamaan. Tuhan Yesus Memberkati




Sabtu, 24 Desember 2011


Jadilah berkat


                                                      Shalom,
Selamat Natal.
Telah menjadi rutinitas tahunan setiap bulan Desember gereja-gereja memperingati hari Natal, begitu juga para pencari rejeki tahunan, mereka menghias pertokoan dengan berbagai aksesoris atau ornament Natal meskipun seakan menjadi Rutinitas tahunan, natal  tidak akan pernah kehilangan maknanya. Orang-orang Kristen sedang mengenang Lahirnya Sang Juruselamat, mengenang Lahirnya Yesus Kristus kedunia, mengenang kasih Allah kepada seluruh umat  manusia, mengenang anugerah Besar. jemaat Gereja Bethel Indonesia  GBJ mengenang kasih Allah, mengenang kelahiran Sang Juruselamat. “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”(Yohanes 3:16).
Dalam mengenang kasih Allah saat ini. Kita di perintahkan untuk menjadi berkat. Sesuai thema natal kita kali ini “JADILAH BERKAT”. Yesus Kristus lahir ke dunia ini menjadi berkat bagi umat manusia, memjadi pengantara Allah dan manusia, menjadi penyelamat umat manusia, menjadi  menyambung hubungan Allah dan manusia. Selayaknyalah kita sebagai pengikut Kristus harus mengikuti teladanNYA.  Menjadi Berkat. “JADILAH BERKAT!”
Orang yang tidak punya pastilah tidak dapat memberi. Saya tidak dapat memberi uang kepada seseorang kalau disaku, dompet, atau tabungan saya tidak ada uangnya. Saya memiliki slogan “orang yang menuntut adalah orang yang tidak memiliki” hal ini memiliki arti bahwa seseorang meminta karena ia tidak memiliki yang ia pinta, begitu juga sebaliknya, seseorang tidak akan dapat memberi kalau ia tidak mempunyai. Tidaklah heran jika seseorang diperintahkan untuk menjadi berkat,  ia berkata bagaimana mungkin saya menjadi berkat, loh saya aja gak punya apa-apa?
Saya  memiliki alasan mengajak anda menjadi berkat. Mengapa? Karena kalian semua adalah orang-orang yang diberkati. Orang-orang yang memiliki. Mungkin anda teriak “saya ini orang miskin, saya tidak memiliki apa-apa, bayar kontrakan saja susah.

 Anda tahu ada hukum gravitasi, hukum daya tarik bumi. Bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia. Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom.
Saya tidak mengajar fisika dan saya bukan ahli fisika yang saya ingin sampaikan ADALAH ada daya tarik, jika massanya kuat akan menarik partikel-partikel.
Massa saya katakan sebuah keyakinan DALAM DIRI SAUDARA. Sebuah KEYAKINAN ATAU PENCITRAAN saudara terhadap diri saudara. Partikel adalah kata-kata saudara. Jika anda berkata miskin sungguh anda menjadi orang miskin. Jika anda sering berkata anda orang yang memiliki sungguh anda adalah orang-orang yang memiliki. Saya tidak MENGAJARKAN berkata kaya lalu anda jadi orang kaya. Mungkin saja bisa. Memang apa yang anda katakana akan menjadi KEKUATAN SAUDARA. “äpa yang anda katakan akan membentuk diri anda”

Betapa banyak orang Kisten tidak mengenal siapa dirinya, ia tidak tahu bahwa ia adalah orang yang diberkati. Perhatiakn ayat-ayat ini:
Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Abraham dan keturunannya adalah orang yang dijanjikan Allah untuk diberkati.
Siapakah keturunan?
Galatia 3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. Yesuslah keturunan Abraham, maka Yesus diberkati.
Apa hubungannya saya dan saudara dengan Abraham?
Galatia  3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. Kita semua orang yang percaya kepada Kristus Yesus adalah keturunan Abraham, keturunan yang diberkati.

Bagaimana Kita dapat  Menjadi Berkat:
1.  Kita harus yakin kita adalah orang yang diberkati.
Keyakinan adalah mentalitas kita, keyakinan adalah pengakuan alam bawah sadar kita yang sesungguhnya. Jika kita memiliki mentalitas peminta, mentalitas yang mengakui diri orang susah,yang hanya ingin menerima belaskasihan. Kita  tidak akan pernah menjadi berkat. Kita harus memegang janji Allah, kita harus mengimani janji Allah. Orang yang mengimani janji Allah , pasti bertindak. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Jadi kalau saya dan saudara yakin diberkati Tuhan Yesus, maka saya dan saudara harus memberkati orang lain. Perhatikan kisah rasul 20:33-36: Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal. Dalam mengenang Natal, kita meyakini Yesus telah lahir dihati kita, Yesus ada dalam kita, Allah menyertai kita(Immanuel). I Yohanes  4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.I Yohanes  4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Allah adalah kasih. Selayaknyalah kita membagikan kasih kepada banyak orang, kita menjadi berkat.
2.  Tidak Mementingkan Diri Sendiri.
Filipi 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Penyakit terbesar dalam bangsa kita adalah “mementingkan diri sendiri”. Orang yang memetingkan diri sendiri tidak akan pernah menjadi berkat bagi orang lain. Jika anda memperhatikan kisah Orang Samaria Yang Baik Hati(Lukas 10:32-35), saya dan saudara akan mengerti bahwa untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain adalah tidak mementingkan diri sendiri. Bukan pengetahuan rohani saudara(imam) bukan seberapa hebat pelayanan mimbar saudara(lewi). Orang yang dapat memberkati adalah orang yang  mau berkorban, orang yang memiliki belas kasihan(orang samaria). Orang yang mau berkorban adalah orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Orang yang tidak mementingkan diri sendiri adalah orang yang memiliki belas kasihan.
3.  Menjadikan perbuatan baik sebagai hal yang menyenangkan
Seseorang mampu melakukan sesuatu dengan baik jika ia menyenanginya. Kita akan mampu menjadi berkat bagi banyak orang,jika kita menyenangi perbuatan kita itu. Perbuatan yang kita senangi tidak akan pernah menjadi beban. Tapi menjadi kesukaan.  Sebagai orang percaya kita selalu diperlengkapi untuk berbuat baik(II Tim 3:17). Sebagai orang percaya, kita selayaknya menjadi terang, terang kita hanya terlihat dari perbuatan baik( Efesus 5:8-9). Yakobus berkata: Jadi jika seorang tahu “       bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”(Yakobus 4:17). Dari pernyataan firman Allah selayaknyalah kita menyenangi untuk berbuat baik. Untuk menjadi berkat.

Umat Allah yang dikasihi , mari kita menjadi berkat, menjadi berkat tidak harus menunggu menjadi orang kaya, karena memberkati tidak harus dengan materi, kita dapat memberkati dengan perbuatan-perbuatan baik, kita dapat berpartisipasi menciptakan suasana yang baik di mana kita ditempatkan. Mari kita menjadi terang seperti Kristus Yesus yang menerangi dunia(Yoh 8:12), agar banyak orang menerima berkat keselamatan. Menerima Yesus Kristus Sang juruselamat. Selamat hari natal TUHAN YESUS MEMBERKATI

Pdm Khoe Ridwan Kurniawan S,Th.






Perayaan Natal GBI Griya Bukit Jaya 2011

Minggu, 06 November 2011

Yesus Batu Penjuru


Bacaan: Matius 7:15-27
Dalam khotbah dibukit Yesus Kristus menyampaikan pesan bahwa hidup harus dibangun di atas dasar batu karang, yang di maksud adalah hidup yang melakukan kehendak Bapa di Surga. Mungkin kita berkata terlalu banyak kehendak Allah terhadap kita! Bahkan banyak yang mengatas namakan perintahNYA( baca Matius 7:15). Memang banyak perintah-perintah Allah dalam Alkitab untuk menjalankan hidup ini. Namun jika kita simak, hanya satu dasar yang mengalaskan semua perintahNya.  
Dasar utama perintah Allah adalah membangun kehidupan ini harus dengan pondasi yang benar. Harus memakai batu penjuru yang benar. Apakah dasar  dari semua bangunan kehidupan kita? Saya ibaratkan hidup ini bagai bangunan, yang harus dirancang atau di desain dengan benar, namun desain termuktahir apapun jika tidak dengan pondasi yang kuat akan roboh, dan bangunan itu tidak lagi terlihat indah. Bangunan yang tidak indah jika pondasinya kuat dan akan bertahan lama akan menjadi hal yang bernilai. Perhatikan saja bangunan tua yang menjadi monument, mungkin dulu tak indah namun kini menjadi yang berharga. Mengapa ? karena pondasinya kokoh.

Yesaya 28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!Nabi yesaya sudah menubuatkan akan ada batu penjuru atau pondasi yang diletakan di Sion.
Pemazmur mengatakan” Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru”(Mazmur 188:22). Siapakah batu penjuru itu? Lukas menjelakan “ Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru”(Kis 4:11). Kehendak Bapa di Surga adalah menjadikan Yesus kristus sebagai batu penjuru. Apa yang dimaksud batu penjuru?

1.      Batu penjuru adalah batu yang pertama kali diletakan atau pondasi. Landasi apapun yang ingin anda lakukan dengan landasan Yesus kristus. Rasul Paulus mengatakan:”Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.(Efesus 2:19-22). Orang yang menjadikan Yesus sebagai pondasi hidupnya, ia akan hidup kudus. Apa yang dilakukannya dilkakukan untuk kemuliaan Tuhan(Kolose 3:23: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia).
2.      Batu penjuru adalah Batu yang mengarahkan/patokan yang mengarahkan. Hidup kita harus diarahkan oleh Kristus Yesus bukan diarahkan oleh kehendak diri sendiri. Jika Yesus adalah batu penjuru kita, kita tidak akan dipermalukan meskipun dalam menjalankannya kita masuk dalam tantangan. Firman Allah dalam 1 Petrus 2:6 berkata:”Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.". Kita sering kali dikaburkan dalam dalam melaksanakan kehidupan mempermuliakan Tuhan, seakan-akan yang kita lakukan mempermuliakan Tuhan, namun kita tidak memakai acuan Kebenaran yang Yesus berikan, kita dasari pertemanan, keuntungan pribadi dan sebagainya.
3.      Batu penjuru adalah batu yang menopang seluruh bangunan. Yesuslah yang menopang pelayanan kita. Rasul Paulus menasihatkan kita: “Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.(1 Korintus 3:9-18). Jika kita meletakan Yesus sebagai penopang hidup kita kita tidak akan rubuh, tidak akan tergeletak, sebab tangan Tuhan selalu menopang kita. Mazmur  37:17 sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar. Mazmur  37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.Mazmur  41:13 Tetapi aku, Engkau menopang aku karena ketulusanku, Engkau membuat aku tegak di hadapan-Mu untuk selama-lamanya.


Dalam LadangNya
Pdm Khoe ridwan kurniawan, S,Th.






Penyerahan Anak


Tim Futsal GBI GRIYA BUKIT JAYA