Minggu, 26 Februari 2012
Kamis, 26 Januari 2012
PENGELUH TIDAK AKAN PERNAH MENANG
Salah satu penyebab utama kenapa bangsa Israel generasi pertama
(kecuali Yosua dan kaleb), tidak bisa sampai ke Kanaan adalah karena mereka
suka mengeluh (bersungut-sungut)!
Setiap ada kesulitan sedikit, orang Israel selalu mengeluh. Kalau tidak menyalahkan Musa mereka selalu menyalahkan keadaan!
Allah tidak suka akan keluh kesah! Ada 3 sebab mengapa keluh kesah itu berbahaya :
(a) Karena keluh-kesah itu menular
Keluh kesah itu seperti kanker, ia dengan cepar menjalar kemana-mana.
Contohnya : ketika 10 pengintai Israel memberi laporan yang isinya keluh kesah tentang negeri Kanaan yang didiami manusia raksasa, maka seluruh orang Israel langsung histeris dan meminta Musa agar kembali pulang ke Mesir – Bil.13:27 – 14:3
(b) Karena keluh kesah itu merupakan dosa
Karena keluh kesah adalah dosa, maka dosa itu kemudian memisahkan orang percaya dengan Tuhan!
Dosa-dosa yang tersembunyi di balik keluh kesah bangsa Israel adalah:
(1). Melupakan semua kebaikan Allah selama ini kepada mereka.
(2). Kemalasan untuk berusaha melakukan sesuatu bagi masa depan mereka sendiri.
(3). Ketidakpercayaan bahwa rencana Allah yang baik, bahkan melebih-lebihkan sehingga terkesan Allah kejam (Bil. 14:3).
(c) Karena keluh kesah adalah awal dari pemberontakan
Kalau kita perhatikan Israel pertama-tama berkeluh kesah, lalu setelah itu mereka memberontak, baik kepada Musa maupun kepada Tuhan!
Melihat ke 3
alasan diatas kita bisa memaklumi betapa berbahayanya sebenarnya sebuah keluh
kesah itu! Oleh sebab itu seorang pengeluh tidak akan pernah menjadi seorang
pemenang!
Kenapa demikian ? Inilah alasannya :
1. Karena seorang pengeluh selalu menemukan sesuatu untuk dikeluhkan
Seorang pengeluh selalu punya sesuatu untuk dikeluhkan.
Kalau matahari bersinar cerah, dia mengeluh,”betapa panasnya.” Tapi kalau hujan dia juga mengeluh,”wah bisa banjir nih!”
Ada yang menyimpulkan, bahwa seorang pengeluh sebenarnya memiliki persoalan dengan dirinya sendiri. Persoalan iu antara lain :
(b) Persoalan
persepsi (pandangan)
Coba mereka mengembangkan persepsi (pandangan) bahwa di tanah Kanaan mereka akan jauh lebih kaya dan makmur, mungkin mereka tidak akan mengeluh!
(c) Persoalan sikap yang menular – ayat 2
2. Karena seorang pengeluh adalah orang yang gagal melewati ujian
Dalam hidup ini selalu ada ujian untuk kenaikan. Nah, Tuhan juga suka memberikan ujian untuk menaikkan tingkat iman orang kristen, lewat berbagai hal seperti : Kesulitan hidup,kegagalan, kekurangan dsb.
Nah, orang yang terus mengeluh ketika diijinkan Tuhan masuk dalam ujian berarti telah gagal naik kelas.
Sikap tidak pernah puas adalah salah satu ciri dari seorang pengeluh.
Setiap ada kesulitan sedikit, orang Israel selalu mengeluh. Kalau tidak menyalahkan Musa mereka selalu menyalahkan keadaan!
Allah tidak suka akan keluh kesah! Ada 3 sebab mengapa keluh kesah itu berbahaya :
(a) Karena keluh-kesah itu menular
Keluh kesah itu seperti kanker, ia dengan cepar menjalar kemana-mana.
Contohnya : ketika 10 pengintai Israel memberi laporan yang isinya keluh kesah tentang negeri Kanaan yang didiami manusia raksasa, maka seluruh orang Israel langsung histeris dan meminta Musa agar kembali pulang ke Mesir – Bil.13:27 – 14:3
(b) Karena keluh kesah itu merupakan dosa
Karena keluh kesah adalah dosa, maka dosa itu kemudian memisahkan orang percaya dengan Tuhan!
Dosa-dosa yang tersembunyi di balik keluh kesah bangsa Israel adalah:
(1). Melupakan semua kebaikan Allah selama ini kepada mereka.
(2). Kemalasan untuk berusaha melakukan sesuatu bagi masa depan mereka sendiri.
(3). Ketidakpercayaan bahwa rencana Allah yang baik, bahkan melebih-lebihkan sehingga terkesan Allah kejam (Bil. 14:3).
(c) Karena keluh kesah adalah awal dari pemberontakan
Kalau kita perhatikan Israel pertama-tama berkeluh kesah, lalu setelah itu mereka memberontak, baik kepada Musa maupun kepada Tuhan!
Kenapa demikian ? Inilah alasannya :
MENGAPA SEORANG PENGELUH TIDAK AKAN PERNAH
MENJADI SEORANG PEMENANG ?
1. Karena seorang pengeluh selalu menemukan sesuatu untuk dikeluhkan
Seorang pengeluh selalu punya sesuatu untuk dikeluhkan.
Kalau matahari bersinar cerah, dia mengeluh,”betapa panasnya.” Tapi kalau hujan dia juga mengeluh,”wah bisa banjir nih!”
Ada yang menyimpulkan, bahwa seorang pengeluh sebenarnya memiliki persoalan dengan dirinya sendiri. Persoalan iu antara lain :
(a) Persoalan kurang bersyukur
Seorang pengeluh
jelas adalah orang yang kurang bisa bersyukur atas hidupnya.
Ia selalu merasa
kurang! Coba dia menghitung berkat Tuhan
Orang Israel
masih punya persepsi bahwa di Mesir mereka bisa makan enak, sekalipun ditindas.
Oleh sebab itu
ketika makanan dan minuman kurang, mereka selalu ingat untuk kembali ke Mesir.Coba mereka mengembangkan persepsi (pandangan) bahwa di tanah Kanaan mereka akan jauh lebih kaya dan makmur, mungkin mereka tidak akan mengeluh!
(c) Persoalan sikap yang menular – ayat 2
Perhatikan,
ketika satu orang mulai mengeluh, maka yang lainnya akan ikut-ikutan tertular.
2. Karena seorang pengeluh adalah orang yang gagal melewati ujian
Dalam hidup ini selalu ada ujian untuk kenaikan. Nah, Tuhan juga suka memberikan ujian untuk menaikkan tingkat iman orang kristen, lewat berbagai hal seperti : Kesulitan hidup,kegagalan, kekurangan dsb.
Nah, orang yang terus mengeluh ketika diijinkan Tuhan masuk dalam ujian berarti telah gagal naik kelas.
Mengeluh menjadi
tanda bahwa seseorang tidak bisa menerima keadaan yang dialaminya!
Padahal Tuhan
mau kita mengucap syukur dalam segala perkara.
3. Karena seorang pengeluh selalu mencari
orang lain untuk disalahkan
Ketika Israel
kehabisan makanan dan minuman maka mereka cepat sekali menyalahkan Musa sebagai
orang yang bertanggung jawab membawa mereka ke padang gurun.
Kalau anda
perhatikan orang yang suka mengeluh pasti suka menyalahkan orang lain.
Misalnya:
(a) Ketika jalan
macet – menyalahkan angkot yang ngetem
(b) Ketika tidak
naik pangkat – menyalahkan bossnya sentimen sama dirinya.
(c) Ketika tidak
bisa akur dengan orang lain – menyalahkan orang lain sebagai tidak bisa
mengerti diri mereka. dsb.
4.Seorang pengeluh tidak pernah puas dengan
apa yang diberikan kepada mereka – Kel.16:13-15
Sekalipun Tuhan
sudah memberi burung Puyuh dan Manna, namun Israel tetap tidak puas dengan
semua itu.Sikap tidak pernah puas adalah salah satu ciri dari seorang pengeluh.
(a) Pengeluh
cenderung menuntut lebih kepada Tuhan
Apa yang Tuhan
berikan, selalu mereka anggap kurang baik, kurang hebat, kurang enak, dsb.
Sehingga mereka menuntut lebih lagi – Bil.11:1-6
(b) Pengeluh
memiliki mental berkekurangan
Seorang pengeluh
memiliki mental berkekurangan, sehingga berapapun yang mereka miliki, mereka
selalu merasa kurang!
Mereka tidak
pernah bersyukur, berapapun banyaknya yang mereka punya!
Menyimpulkan bahasan kali ini, kita
mesti mengingat satu hal : “Complainer
never winner” = Pengeluh tidak akan pernah jadi pemenang!
Seorang pemenang selalu bisa mengatasi keadaan buruk, sementara seorang
pengeluh kerjaannya hanya meratapi keadaan buruk yang dialaminya!
Minggu, 22 Januari 2012
Kejadian 13:13
Adapun orang
Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.
Shalom. saya pernah berkata di tahun 2011 akan
menyampaikan khotbah 1313, maksudnya pasal 13 ayat 13 dari Alkitab. Saat itu
saya menyampaikan Firman Allah yang terdapat dalam 1 Korintus 13 :13. Untuk
menepati janji saya, saya berusaha setiap minggu akan menulis artikel pasal 13
ayat 13.
Kita mulai dari
Kejadian 13 ayat 13 yang berbunyi: Adapun
orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN. Ayat ini menjelaskan situasi kota Sodom, yang
mana dihuni oleh orang-orang yang tidak takut akan Tuhan. Bahkan tidak ditemui
10 orang yang takut akan Tuhan(Baca: kej 18:32), sehingga Sodom dimusnakan oleh
Allah. Kota Sodom dekat dengan lembah Yordan, lembah yang sangat baik pengairannya,
hingga wilayah sekitarnya menjadi wilayah yang subur, bahkan digambarkan
seperti taman Tuhan dan seperti tanah Mesir(Kej 13:10). Penjelasan wilayah ini
sangat berhubungan erat dengat karakter seseorang. Pasal 13 ini menjelaskan
kisah Abraham dan Lot, paman dan keponakannya. Karena terjadinya perselisihan
antara pengikut Abraham dan Lot, maka Abraham memilih berpisah agar tidak
terjadi perselisihan. Abraham yang takut akan Tuhan memberikan pilihan kepada
Lot untuk memilih wilayah atau tempat yang dia inginkan. Biasanya yang tua atau
yang dituakan memilih lebih dulu baru
memberikan kepada yang muda, tapi Abraham tidak, ia memberikan kesempatan Lot
memilih lebih awal. Lot memilih lembah Yordan dan menetap di Sodom, tempat orang
jahat. Seringkali banyak diantara kita selalu menujukan pandangan pada berkat
lahiriah, berkat materi tanpa memperhatikan dampak kerohanian kita. Lot lebih
memilih tempat yang penuh berkat,tempat yang subur namun tidak memperhatikan
tempat itu penuh dengan orang jahat tempat itu penduduknya jauh dari Tuhan. Lot
tidak berpikir dampak buruk kepada kerohanian dirinya dan keluarganya. Seringkali
kita juga berlaku demikian. Lot seharusnya menjadi terang dan garam di
tengah-tengah orang yang tidak mengenal Allah, tapi Lot tidak melakukannya, ia
bersikap toleran kepada kejahatan, terbukti
anak Lot melakukan hal yang tidak terpuji, ia memberi minum pada Lot ayahnya)
agar ayahnya melakukan persetubuhan dengannya, hal ini membuktikan lingkungan
saat mempengaruhi ahlak. Karena lingkungan.Akhlak anak lot menjadi amoral.(
Kejadian 19:26-30).
Didalam
kehidupan yang penuh dengan kejahatan sering kali banyak berkat jasmani. Dimana
saat ini banyak pebisnis melakukan entrepreneur dengan hal-hal yang amoral demi
sebuah proyek, demi keberhasilan. Kehidupan tidak takut akan Tuhan lebih
memberi berkat jasmani, lebih membuat berhasil secara finacial. Itu semua sudah
dijelaskan kebenaran firman Allah beribu tahun yang lalu dalam peristiwa Sodom
dan Gomora. Namun kita tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak mempermuliakan
Tuhan. Dari kisah Lot juga kita harus belajar, suatu saat harta kekayaan itu
akan dimusnahkan, suatu saat harta kekayaan akan kita tinggalkan, dan kita
tidak akan membawa harta itu, kita akan kembali kepada asal kita kepada debu
dan tanah, dan roh kita kembali kepada Sang Pencipta. Dari kisah ini bukan
berarti orang percaya harus hidup dalam kemiskinan, hidup tidak memerlukan
keuangan, hidup menjauh dari dunia nyata. Melainkan Orang percaya harus hidup berpadanan
dengan panggilan Ilahi. Hidup dalam dunia nyata, dan menjadi berkat bagi banyak
orang karena orang percaya Tuhan Yesus(Allah) akan diberkati. Allah memberkati Abraham.
Allah menjadikan Abraham bangsa yang besar.
Seperti yang dijelaskan dalam
Kejadian 13:14-18”Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN
kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau
berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang
kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga,
jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan
dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan
lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." Sesudah itu Abram
memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat
Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN”.
Melalui kisah
Lot ini kita mendapat pelajaran berharga agar kita:
1.
Tidak focus pada berkat materi saja tapi harus focus pada berkat
rohani. Kita membutuhkan berkat materi tapi apalah
artinya jika kita binasa, masuk dalam api kekekalan. Kita kaya raya tapi akhlak
dan moralitas kita tidak mempermuliakan Allah. Memang pada zaman ini moralitas sudah dikesampingkan. Orang kaya
yang berbuat dosa tetap saja dipandang dan hormati banyak orang. Orang hanya
mengagungkan materi. Tapi kita sebagai orang Kristen harus hidup berpadananan
dengan Kristus, hidup harus berfocus pada hukum Allah. Menjadi orang terpandang
karena hidup dalam kebenaran Tuhan. Banyak para muda-mudi dalam mencari
pasangan hidup berfocus pada materi, pada harta duniawi, pada
kecantikan/gantengnya, hidup takut Tuhan diabaikan(bahkan beda keyakinan).
Tidak lagi disadari tubuh ini akan menjadi tua, yang cantik dan ganteng akan TOP(Tua
Ompong dan Peyot), kekayaan akan ditinggalkan, semua akan sirna. Namun pribadi
yang takut akan Tuhan akan tetap selamanya dan membuat hidup bahagia. Tidak ada
orang takut Tuhan hidup pemalas, tidak
ada orang yang takut akan Tuhan menyakiti isteri atau suaminya. Banyak juga
orang percaya melakukan pekerjaan yang tidak memuliakan Tuhan dengan alasan
kebutuhan hidup, sulitnya lapangan kerja. Bekerja menjadi rentenir, bekerja
diperjudian seperti dagang togel,
buntut(perjudian nomor bukan sop buntut), memang pekerjaan ini menghasilkan
uang yang besar dan mudah, namun tidak disadari menjadi pencemaran Nama Tuhan
Allah, tidak mendidik akan sesama tapi membodohi dan menghancurkan kerohanian
diri sendiri dan orang lain. Saya telah melihat contoh semua itu akan
dimusnahkan Allah. Kebangkrutan terjadi pada rentenir dan pejudi, ketidak
bahagian melanda pasangan yang didasari kecantikan dan harta. Mari kita focus
pada Kemuliaan Allah, agar murka-Nya menjauh dari kita.jangan hidup kita
seperti orang Sodom dan Gomora.
2.
Bangun Mezbah bagi Tuhan. Kita harus
terus membina hubungan dengan Allah, berdoa dan meminta kekuatannya untuk terus
hidup dalam kebenaran-Nya. Berkat yang diberikan Allah bukan untuk memperkaya
diri semata, tapi untuk membangun Mezbah Allah, untuk mempermuliakan Allah.
Mezbah adalah tempat mempermuliakan Tuhan , tempat untuk membina hubungan
dengan Tuhan. Jadikanlah berkat kita untuk mempermuliakan Nama Tuhan, dan
mejadi alat untuk kita dan orang lain mendekat kepada Tuhan. Abraham dipanggil
untuk diberkati dan menjadi berkat (Kejadian 12:1), demikian juga kita
diberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Yesus mengajarkan agar kita
menggunakan uang/mamon untuk masuk dalam kemah abadi, “ Dan Aku berkata
kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur,
supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah
abadi."(Lukas 16:9). Muliakanlah Tuhan dengan hartamu(Amsal 3:9).
Pdm. Khoe Ridwan
kurniawan S,Th.
Sabtu, 14 Januari 2012
Oleh Karena Nama Yesus
Mazmur
Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di
padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia
menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab
Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau
menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku
dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan
mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang
masa.
Mazmur 23;1 - 6
Sebagai pengikut Kristus Mazmur 23 adalah
firman Allah yang sangat menguatkan karena mengandung jaminan bagi pengikut Kristus,
untuk slalu dalam lindunganNya. Gadah dan tongkat Allah menjadi penghiburan
dikala orang percaya berada dalam kekelaman atau permasalah hidup. Daud
menggambarkan bagaimana Allah menjagai orang percaya seperti gembala menjagai
domba-domba peliharaannya. Daud mengalami bagaimana ia menjagai domba-domba
peliharaannya dari serangan serigala dan singa(baca: 1 Samuel 17:34-37), begitu
juga ia merasakan Allah melindungi dia dari ancaman raja Saul. Meskipun Daud
hidup sebagai buronan raja, ia tidak pernah kekurangan, Daud selalu dalam penyertaan Tuhan. Anda dapat
bayangkan bagaiamana sulitnya hidup seseorang yang dimusuhi raja. Hidup yang
tidak aman, tidak leluasa, sangat sulit. Namun Daud dapat menjadi pengganti
raja. Daud menjadi raja.
Daud menyatakan “takkan kekurangan aku” hal
itu menunjukan bahwa Daud tidak pernah berkekuranagan dalam kehidupannya. Daud
memberi gambaran seperti domba yang berada dipadang yang berumput hijau, domba
yang selalu mendapat makanan, domba yang tidak pernah kelaparan. Dan selalu
dibimbing ke air yang tenang, air yang mudah untuk diminum, bahkan keselamatan
pun dijaminnya “Ia menyegarkan jiwaku”. Ada sukacita selalu.
Hal perlindungan dan pemeliharan yang
dinikmati Daud hanya oleh karena Daud
berjalan dalam jalan Tuhan. Mazmur 23 menjelaskan “Ia menuntun aku di jalan
yang benar oleh karena nama-Nya”. Daud selalu berjalan dalam jalan Tuhan, jalan
yang benar. Jalan yang tidak menyimpang kekanan dan kekiri(Yosua 1:8). Daud
selalu mematuhi perintah Tuhan. Ketika Daud mempunyai kesempatan membunuh Saul,
Daud tidak melakukannya( Baca: 1 Samuel 24:4-7). Daud tidak membalas kejahatan
dengan kejahatan, Daud membalaskan dengan kebaikan( Baca :Roma 12:17). Hidup
dalam kebenaran yang dijalankan Daud hanya oleh karena nama-NYA, Nama Yesus,
Nama Allah (Baca: Yohanes 17:12, ayat ini menjelaskan bahwa nama Allah adalah
Yesus). Daud melakukan kebenaran bukan karena untuk kepentingan dirinya tapi
untuk kemuliaan Tuhan Yesus. Daud ketika melawan Goliat, daud berkata aku
mendatangi engkau demi nama Tuhan. Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin
itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi
aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan
Israel yang kautantang itu( 1 Samuel 17:45)
Mempermulikan
Tuhan Yesus, berarti menjaga nama baik Allah. Menjaga nama baik Allah bukan
berarti Allah harus dibela. Gus Dur berkata:”Allah koq di bela!”. Memang Allah
tidak perlu dibela, karena Allah perkasa. Allah yang Suci tidak mau tercemar.
Allah itu kudus. Firman Allah mengajarkan agar kita hidup kudus,” tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam
seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu”(1
Petrus 1:15). Hal ini mengisyaratkan bahwa kita dapat mencemarkan nama
Allah, ketika hidup kita tidak berpadanan dengan Allah yang kudus, ketika hidup
kita tidak menunjukan kwalitas pengikut Kritus. Ketika pengikut Kristus hidup
tidak benar, yang dihujat pertama kali adalah nama Allah. “koq orang Kristen
begitu!” tidak disebut nama kita tapi nama Kristus(Kristen).
Oleh karena Nama
Yesus, kita dalam pemeliharaan-Nya, dalam penyertaan-Nya. Dalam berkat-Nya.
Lakukan semuanya DEMI Nama Tuhan Yesus Kristus. Ketika saya hidup dalam
kesusahan, hidup dalam tekanan ekonomi, orang tua yang terlibat hutang
berbunga, saya melakukan tanggungjawab untuk membayarnya karena demi nama Tuhan
Yesus. Saya menyadari saya pengikut Kristus, saya menyadari Yesus adalah
Gembala Yang Baik, saya meyakini Yesus mencukupi saya, Yesus memberkati saya,
oleh karena itu saya berani membayarnya meskipun dihitung secara matematika
tidaklah mungkin tetapi saya melakukannya karena saya Yakin Allah beserta saya.
Saya tidak ingin mencemarkan nama Yesus. Bukan untuk menunjukan kuat gagah
saya,karena saat menjalaninya atau melakukannya saya pun merasakan sangat
berat, tapi oleh karena nama Yesus saya mampu melakukannya. Oleh karena nama
Yesus, saya merasakan penyertaan-NYA. Memperoleh berkat-Nya.
Oleh Karena Nama
Yesus, kita akan merasakan apa yang dirasakan Daud. Yesus adalah Gembala Yang
Baik. Amin
By : Pdm Khoe
Ridwan kurniawan S,Th.
Langganan:
Postingan (Atom)







